Dalam proses tumbuh kembang seorang manusia, ada suatu periode dimana ia mulai belajar mengenali letak-letak benda disekelilingnya.
Dari sinilah kemudian muncul konsep menetapkan jarak antara dirinya dan benda tersebut. Pada awalnya ia akan berusaha menggapai benda disekelilingnya dengan menggunakan tangan. Namun ia belajar bahwa terkadang menggunakan tangan saja tidak cukup, terutama untuk benda-benda yang letaknya jauh. Mulailah ia belajar menggunakan kedua kakinya untuk bisa bergerak lebih jauh. Bila ia melakukan gerakan sedemikian rupa sehingga jarak antara dirinya dan benda tersebut semakin kecil, maka berarti ia bergerak maju. Lalu, jika ia melakukan gerakan sedemikian rupa sehingga jarak antara dirinya dan benda tersebut semakin besar, maka ia berarti melakukan gerakan mundur. Dan bila ia melakukan gerakan sedemikian rupa sehingga kedudukannya bergeser namun jarak antara dirinya dan benda tersebut tidak mengalami perubahan, maka berarti ia melakukan gerakan menyamping.
Nah, dari sini bisa kita pahami bahwa, kita manusia berupaya belajar untuk beradaptasi thd lingkungan. Untuk menggapai tujuan, manusia harus melangkah. Proses melangkah seperti saat ini adl posisi yang paling ideal bagi manusia untuk melangkah.
Nah, berjalan dengan menggoyangkan tangan merupakan salah satu insting manusia, secara turun menurun, manusia mengajarkan kpd anak-anaknya untuk melangkah. Jadi seandainya, naluri manusia utk melangkah adl berjalan menyamping, ya mungkin saja kita sekarang kalo melangkah ga kek skrng, tapi menyamping kek kepiting
Begitu juga ketika kita melangkah, bila kaki kita melangkah positif, tangan kita mengimbangi dg pergerakan negatif. Inti dari sini adalah keseimbangan hidup. Proses melangkah spt saat ini menciptakan keseimbangan bagi tubuh untuk bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain.
sumber: kaskus.us
